Pena Sastra

Mata Yang Terpejam

Sunny H

Seorang wanita renta duduk di beranda rumahnya. Sengaja ia memejamkan mata, tetapi mempertajam telinga. Mendengar dan mengingat satu per satu ingar bingar yang masuk pendengarannya.

Pena Sastra

Perubahan Bukanlah Pilihan

Sunny H

Perjalanan ini menyimpan materi  Hebatnya, Tak ternilai oleh uang Perkara apa telah dijalani diri Membuat diri ingin pulang Menahan segala keinginan Sadar Perubahan bukanlah pilihan

Pena Sastra

Tubuh Kota

Sunny H

Kota ini penyimpan doa yang ulung. Didengarkannya dengan saksama bisikmu sebelum melangkah dari rumah, Bisik yang sama setiap hari : berharap sekaligus berserah. Tiap pintu

Pena Sastra

Niscaya Pelajar

Sunny H

Siapa tak ingin berpendidikan Ke Kotanya saja ingin Segalanya selalu menarik Peluang menjadi yang terbaik Sudahkah kita memahami Pendidikan haruslah dipahami Tak bertolak ukur pada

Pena Sastra

Sabda Pertemanan

Sunny H

Rutinitas kian padat Seperti jalanan ibu kota, merayap Datanglah rasa bernama penat Terjadilah apa tak sesuai harap Benar, hidup tak meluluh manis Hatipun tak mudah

Ads - Before Footer