Aku tidak pernah benar-benar menangkap arti sebenarnya dari konsistensi berkarya, bahkan jika Bu Syafaah sekalipun yang menjelaskannya. Aku tidak menyimak pelajaran ini dari awal. Atau
Dua ribu seratus masehi Kupandang lirih sosokmu Lesang terpatri zaman Bahu yang tegap, kokoh Punggung yang lebar Tapi kau tak bisa bohong Karena dari kernyitmu
Kabut mengikat…Bertandakan awan hujan datangHadirmu cerahkan nuraniDalam kenangan gelora pertiwi Untuk ibu pertiwiKau tuangkan melatiAlunan suara titip haru biru liriNamun, sang insan berlagak tuli Tak
Kembali kulangkahkan kakiBersama rasa pernah kumilikiRasa pernah menjadi kitaLebih dari kata cinta Karena kita ialah keluargaPernah sama-sama habiskan tenagaTak berhenti saling mengkoreksiBanyak hal pernah kita
Kele, kaba keruan tape idup tu(Nanti, kau tahu arti kehidupan) Pas kaba jauh merantau (Saat kau jauh diperantauan)Lok mane ghindu tu beghat (Bagaimana rindu itu berat)Kane sebatas