Sang awan perlahan menghitam Rintik jatuh memecah tanah Pohon dan angin bersama Merubah gersang menjadi basah Kini menangis Pijaran matahari kian terbenam Kini mendung Dingin
Setiap orang ingin jadi pemenang Sudahkah mengerti hakikat pemenang Tak sebatas melihat gelar Kelak kita akan sadar Pemenang tak pernah dilihat Dia lekat bersama tanah
Dari buku yang tak terhitung, telah kubaca Selalu tersimpan beberapa kata bahkan kalimat Semuanya perlahan menjadi neraca Mengimbangi antar makna Dalam sebuah buku laris di
Pertama kalinya, aku berjalan sendiri Menyambut panggilanNya, menjelang fajar Biasanya neknang menemani diri Kali ini aku sadar, aku telah besar Hadirkupun tak mengantikannya Sebatas mengisi
Amanat itu sebutanmu… Sepanjang peradaban membangun cerita usang Meraih setitik terang Tak ingin tuk berlari Menjelmakan samudera ruang kosong Di dera waktu Di dera harapan