Pena Sastra

Air Langit

Sunny H

Sang awan perlahan menghitam Rintik jatuh memecah tanah Pohon dan angin bersama Merubah gersang menjadi basah Kini menangis Pijaran matahari kian terbenam Kini mendung Dingin

Pena Sastra

Hakikat Pemenang

Sunny H

Setiap orang ingin jadi pemenang Sudahkah mengerti hakikat pemenang Tak sebatas melihat gelar Kelak kita akan sadar Pemenang tak pernah dilihat Dia lekat bersama tanah

Pena Sastra

Tumbuhpun Butuh Waktu

Sunny H

Dari buku yang tak terhitung, telah kubaca Selalu tersimpan beberapa kata bahkan kalimat Semuanya perlahan menjadi neraca Mengimbangi antar makna Dalam sebuah buku laris di

Pena Sastra

Bisa Karena Terbiasa

Sunny H

Pertama kalinya, aku berjalan sendiri Menyambut panggilanNya, menjelang fajar Biasanya neknang menemani diri Kali ini aku sadar, aku telah besar Hadirkupun tak mengantikannya Sebatas mengisi

Pena Sastra

Hari Jadi Palembang

Sunny H

Amanat itu sebutanmu… Sepanjang peradaban membangun cerita usang Meraih setitik terang Tak ingin tuk berlari Menjelmakan samudera ruang kosong Di dera waktu Di dera harapan

Ads - Before Footer