Bersamaan pesawat meluncur Segenap perasaan ini hancur Sekalipun tak mampu mengukur Aku hanya bisa dan selalu bersyukur Giliran akan mendarat Rasa ini begitu dekat Melampaui
Dua jalan yang berbeda, berbagai tikungan Disebuah persimpangan, memilih untuk sejalan Ada kalanya saling mendahului Tak ragu untuk mengurui Tak mencari garis finish Inilah titik
Sapu lidi lebih berisi daripada lengannya Kurusnya akrab dengan jalanan Semangat sebesar dunia ini Berjuang untuk hidupnya Adakalanya dia mengeluh Saat itu aku tak percaya
Dialah matahari, dan kita awannya. Dialah oranye sejati, dan kita putihnya. Ketika dia terbit, diteranginya kita. Dan kita sempurna menjelma awan bersemburat oranye dengan beda
Jalan jalan ke ulu Mampirlah ke jakabaring Teriring doa para pendahulu Untuk generasi akan datang Jalan-jalan ke ilir Mampirlah ke mesjid agung Agar kebaikan mengalir