Pena Sastra

Kakak Katanya

Sunny H

Seorang kakak Tersandang atas empiris perjalanan Dia tumbuh bagaikan pohon Tak pernah memohon Ada kalanya, manusia seperti burung Datang silih berganti Datang sekedar singgah Pergi

Pena Sastra

Diantara Malam

Sunny H

Malam telah pekat Bersama dingin yang menjalar Sentuh kulit, jauh dari keluarga Merantau sekuat tenaga Malam hanyalah perantara Antara dua hari Antara dua kesempatan Rasanya

Pena Sastra

Bahagia

Sunny H

Diantara pilihan Lihatlah kebawah Disini ada hati Kelak akan mengerti Sekalipun bertemu jalan buntu Pastilah akan membantu Ada kalanya pilihan tak sesuai Apa pernah kita

Pena Sastra

Bisik

Sunny H

Bisik itu masih melingkar Pada hati lelah berjalan Sedikitpun tak sadar Luka terhunus selama perjalanan Di belakang, ada pisau Kertas selalu menjadi danau Menggelamkan segenap

Pena Sastra

Gemilang Palembang

Sunny H

Daun liar yang tenang Bersama burung yang sedang menari Sunyi saat tak ada yang berjalan Menatap bagaimana pondasi mengelilingimu Palembang Kota yang aneh tanpa kebisingan

Ads - Before Footer