Pada suatu waktuRuangan terasa tak bertepiTakala kau berada di tanganMembawa jiwa dekat peristiwa Sekalipun berada jauhDarahmu begitu menyentuhPerasaan lantas luluhEntah semangat atau mengeluh Haturan terima
Nyatanya perjalanan ini dangkal Rasanya baru kemarin kita saling mengenal Duduk mengenal sesama Berbicara visi dan misi bersama Hari itu telah tiba Saatnya menghapus rasa
Berlari aku menuju rimbamu. Rimba yang sunyi, dan tak kau biarkan apa saja masuk kecuali sinar matahari yang meretas celah tanpa permisi rimba yang terlalu
Kini akhir pekan tak lagi sama Tak ada lagi kita yang bersama Tak pernah kumpul bersebelas Namun kebersamaan itu membekas Kita bukan kesebelasan sepakbola Hanya
Gema istimewamu hingga pelosok negeriSiapa pemuda yang tak ingin singgahMenanti kesempatan diberiNyatanya, ada pandangan yang salah Disini, tak hanya murahKita harus bersikap arifJangan terlanjur marahPilihannya