A Prabumulih terkenal buah nanas Lah berduri warno kuning Sini dulu mang dimas Masih pagi ngapolah pening B Benerlah nanas tuh warna kuning Kalau semangka
Rak buku di tepi ruangan, temaram lampu, dan kain-kain yang tergantung di dinding kedai kopi ini selalu membuatku merasa berada di rumah. Kedai kopi ramai.
Langit senja begitu menawan Rasa enggan tuk melewatkan Hati bercabik saat menatapnya Sambil kusenandungkan perasaan dalam keheningan Tiada yang pecah, tak akan ada kata pilu
Keramaian ini semuRatusan hari bertemuRasanya sama, hampaBukan mengapa tapi apa Aku hanyalah pelengkapMenghapus setiap jejakMenjaga sebuah harapKeindahan dan kebersihan menanjak Ketika mereka tersenyumAku ikut tersenyumTakala
Sadarkah mereka akan keragaman ? Yang menjadikan budaya ini istimewa Perubahan waktu, goyahkan ingatan Kemajuan bukanlah batasan Lihatlah sekitar, kembalikan keputusan Telah hancur benteng kita