Antara kopi dan eksistensi Sejatinya bisa Untuk seluruh diri, Saat itu kau kenali Antara resolusi dan realisasi Tak dapat disangkal Bahwa nyata klausal Muncul jika
Menyala, Api sanubari Dalam pacu, Bertamengkan diri Menghirup impi Merasuk, Ke dalam eksistensi Dan menjati Benderang menjadi tanda, Menua takkan habiskan ia Oleh dirinya menyulut
Sepertinya, hari ini hari musik Diri bukanlah pemain, sebatas menikmati Musik, sederhana dan menarik Belajarlah bila ingin, kelak akan mengerti Musik bisa menghapuskan jarak Merekatkan
Aku tidak lagi memimpikan hal yang aneh tentang harimau. Tapi sebagai gantinya, perasaan yang asing berdesir menyelimutiku setiap kali kuingat jejak kaki di hutan. Aku
Kata dirangkai jadi amunisi paling bebahaya Melawan lupa dan waktu Karena kata Saat kau terpisahEntah di mana, tertinggal cerita Tapi daripada patuh bagai Tak punya