Di akhir tanda titik, huruf-hurufku berhenti. Hilang. Tidak mau lagi menampakkan diri Mataku berlari mencari-cari. Semua hal hanya terlihat, tetapi tidak bisa dipahami Bukan pertama
Keluh-kesah riuh terucap, menguap menembus udara menuju birumu Telapak kaki gusar melangkah di sepanjang lorongmu, tak sabar meniti persimpangan, tanjakan, lembah landai; merusak lalu lintasmu
Semua bahagia sudah terlewati Seduh kerapuhan dalam secangkir kopi Tidak kembali membuka luka Tertinggal dalam larutan hangat Menatap warna jingga, disetiap sudut langit Secangkir kopi
Semakin bertambah jumlah hari yang sudah dilampaui, semakin banyak pertanyaan yang kita hadiahkan bagi diri sendiri, hadiah yang tiba-tiba dan mengusik. Hari-hari tidak lagi sekedar