Pena Sastra

Petak Umpet

Sunny H

Di akhir tanda titik, huruf-hurufku berhenti. Hilang. Tidak mau lagi menampakkan diri Mataku berlari mencari-cari. Semua hal hanya terlihat, tetapi tidak bisa dipahami Bukan pertama

Pena Sastra

Ingatan Menuntun Pulang

Sunny H

Keluh-kesah riuh terucap, menguap menembus udara menuju birumu Telapak kaki gusar melangkah di sepanjang lorongmu, tak sabar meniti persimpangan, tanjakan, lembah landai; merusak lalu lintasmu

Pena Sastra

Kerinduan Kopi Senja

Sunny H

Semua bahagia sudah terlewati Seduh kerapuhan dalam secangkir kopi Tidak kembali membuka luka Tertinggal dalam larutan hangat Menatap warna jingga, disetiap sudut langit Secangkir kopi

Pena Sastra

Hadiah Bagi Diri Sendiri

Sunny H

Semakin bertambah jumlah hari yang sudah dilampaui, semakin banyak pertanyaan yang kita hadiahkan bagi diri sendiri, hadiah yang tiba-tiba dan mengusik. Hari-hari tidak lagi sekedar

Pena Sastra

Ada

Sunny H

Hari ini kau datang meneguk segelas kopi, matamu riuh bercerita pada meja dan kursi. Koran eceran yang kau baca pagi ini tak kalah gaduh merumpi,

Ads - Before Footer