Pemkab Banyuasin akan Bangun Vila Laut di Taman Nasional Sembilang

Pemkab Banyuasin akan Bangun Vila Laut di Taman Nasional Sembilang
Ratusan burung migran terbang mengitari Taman Nasional Sembilang © tenda.biz

Lanskap Bumi Sriwijaya yang dipenuhi hutan, rawa, sungai dan beragam spesies flora dan fauna seolah terangkum dalam satu kesatuan Taman Nasional Sembilang. Sembilang merupakan salah satu taman nasional yang ada di Provinsi Sumsel. Taman Nasional satu ini terkenal eksotis, karena selain menawarkan pemandangan laut di batas Timur Sumsel, Sembilang juga merupakan titik yang dikunjungi ribuan burung migran dari Eropa setiap tahunnya. Momen migrasi burung-burung dari Siberia tersebut menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu semua orang, baik wisatawan, fotografer maupun peneliti.

Menanggulangi kunjungan wisatawan yang semakin ramai ke Taman Nasional Sembilang dari waktu ke waktu, Pemkab Banyuasin berencana membangun penginapan berkonsep villa laut.

Ratusan burung migran terbang mengitari Taman Nasional Sembilang © sripoku.com, M. Zaini

"Akan kita goda investor untuk bangun villa laut itu. Konsep itu untuk menggaet wisatawan lokal dan mancanegara", terang Askolani, Bupati Banyuasin, sebagaimana dilansir dair tribunnews.com.

Selain pembangunan penginapan berkonsep villa, nantinya juga akan ada penambahan infrastruktur bus air sebagai fasilitas pendukung.

"Kita juga akan siapkan bus air, Jadi mereka dapat menginap di sana", sambung Askolani.

Untuk merealisasikan wacana tersebut, Pemkab Banyuasin setidaknya masih harus memperbaiki akses jalan menuju dermaga sungai melalui Jalan Tanjung Siapi-api. Untuk perbaikan tersebut, Askolani menyebut jika sejauh ini telah ada investor yang tertarik untuk menggarapnya.

Turis Menginap di Rumah Warga

Selain untuk mendorong perekonomian masyarakat setempat, pembangunan penginapan di wilayah Taman Nasional Sembilang dinilai mendesak karena selama ini baik wisatawan, jurnalis maupun peneliti yang berkunjung ke Sembilang selalu menumpang tinggal di rumah penduduk sekitar. Dengan angka kunjungan turis yang dinilai akan terus bertambah dari waktu ke waktu, maka sudah sepantasnya jika Pemkab Banyuasin berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel membangun infrastruktur yang layak untuk menyambut pengunjung Taman Nasional Sembilang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banyuasin.

"Karena sarana dan prasarana belum lengkap selama ini wisatawan menggunakan pemukiman warga sekitar", ujar Nasutman, Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Hingga saat ini diperkirakan lebih dari 65 spesies burung air tercatat berkembang biak di lahan basah indonesia, khususnya di Taman Nasional Sembilang Berbak. Selain itu, terdapat sekitar 27 jenis burung yang bermigrasi melewati dataran lumpur Semenanjung Banyuasin – TN Sembilang Berbak setiap tahunnya, seperti burung burung trinil pembalik batu, burung pantai, burung kedidi putih, burung kedidi merah, burung kedidi gol–gol, burung kedidi leher merah dan burung kedidi besar.


Selain burung migran, Taman Nasional sembilang juga menjadi rumah bagi spesies-spesies endemik seperti harimau sumatera, gajah asia, tapir asia, siamang, kucing emas, rusa sambar, buaya muara, ikan sembilang, penyu air tawar raksasa dan lumba-lumba air tawar.

(sumber : tribunnews.com)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu