Sambut Hari Jadi Ke-11, Empat Lawang Gelar Lomba Serapungan
Antusiasme masyarakat dalam menonton perlombaan serapungan © Penasumatera.co.id

Tanggal 20 April 11 tahun yang lalu, Empat Lawang resmi ‘melepaskan diri’ dari Kabupaten Lahat dan menjadi wilayah administratif sendiri yang mandiri. Menyongsong hari jadinya yang ke-11 tahun, kabupaten yag beribukota Tebing Tinggi ini menyelenggarakan lomba olahraga tradisional khas Empat Lawang, yaitu serapungan.

Nilai Budaya Serapungan dalam Masyarakat Empat Lawang

Beberapa peserta lomba serapungan cepat yang bersiap terjun ke Sungai Musi © palembang.tribunnews.com

Serapungan sendiri adalah rakit sederhana yang disusun dari rangkaian batang bambu. Bentuknya menyerupai papan selancar yang biasa digunakan oleh atlet peselancar atau ski air. Bedanya, jika papan selancar dirancang khusus untuk dapat ‘menunggangi’ gulungan ombak di laut, serapungan dirancang untuk dapat meluncur di permukaan air sungai.

Khusus untuk perlombaan yang diadakan, serapungan yang digunakan hanya berupa dua batang bambu yang direkatkan. Hal tersebut tentu memberi tantangan tersendiri bagi para pemuda yang mengikuti perlombaan serapungan. Selain karena mereka harus mendayung serapungan dengan tangan kosong, arus Sungai Musi yang dijadikan medan perlombaan pun tentu mempersulit siapa pun untuk melaju dengan stabil. Untuk mengantisipasi hal-hal yang  tidak diinginkan selama perlombaan berlangsung, peserta serapungan dibekali dengan perlengkapan keamanan berupa pelampung.

Sengitnya perlombaan serapungan cepat © detiksumsel.com

Perlombaan serapungan sendiri memiliki nilai budaya dan sejarah tersendiri bagi warga Empat Lawang. Sebelum warga Empat Lawang mengenal transportasi darat, segala aktivitas masyarakat selalu melibatkan sungai dan transportasi air. Perlombaan serapungan merupakan perlombaan yang cukup mewakili identitas masyarakat Empat Lawang, sehingga selalu digelar setiap tahunnya menjelang HUT Kabupaten Empat Lawang.

Tingginya Antusiasme Masyarakat

Selain perlombaan serapungan balap, Dinas Pariwisata Empat Lawang pun menggelar lomba serapungan santai dan rakit hias. Kegiatan tersebut diramaikan oleh sedikitnya 894 peserta dari semua tangkai lomba. Selain masyarakat umum, dinas pemerintahan kabupaten dan kecamatan juga turut andil menjadi peserta.

Perlombaan dibuka langsung oleh Bupati Empat Lawang, H. Syahril Hanafiah di Dermaga Jetty, Pantai Terusan yang menjadi garis start perlombaan. Garis akhir perlombaan adalah jembatan Musi II yang terletak di Tebing Tinggi, ibukota Empat Lawang.

“Serapungan adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita gelar. Ini merupakan budaya nenek moyang, (yang) menggunakan Sungai Musi (untuk berpindah) dari desa ke desa”, cetus Syahril pada pembukaan perlombaan tersebut.

Tak tanggung-tanggung, untuk menarik minat peserta, satu unit sepeda motor pun diusung sebagai hadiah bagi pemenang juara pertama lomba serapungan cepat. Sementara untuk para peserta serapungan santai, Pemkab Empat Lawang juga menyediakan beberapa hadiah doorprize menarik lainnya.

(Sumber : iniberita.co.id; palembang.tribunnews.com)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu